Chapter 48. Komitmen Yang Terpatahkan.

1406 Kata

Airin dan Albima lantas terlonjak, saat bunyi ketukan dan suara Berliana terdengar jelas dari luar pintu kamar mereka. Bahkan, keterkejutan Airin setelah menyentuh milik berharga suaminya pun seolah sirna dengan sekejap, tergantikan oleh suara panggilan Berliana tersebut. “Ada kecoa. Ia… ada kecoa,” sahut Airin sekenanya, masih terdengar panik. Ia terpaksa berkilah, tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya. “Oh…. Aku pikir kamu kenapa? Syukurlah, kalau cuma kecoa. Kak Bima masih mandi, bukan?” tanyanya. “Iya.” Lagi, Airin terpaksa berdusta. “Okay. Bilangin sama Kak Bima, Jangan lama-lama mandinya! Soalnya, Adiknya ini sudah kangen mau ketemu.” “Ya.” Airin pun hanya menyahut singkat. Terdengar langkah kaki menjauh dari pintu kamar mereka. “Erlian? Erlian sudah datang, Yang?” tany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN