Om-Papa

1300 Kata

Di kamar apartement modern dengan cahaya lampu minim tampak kacau, baju berserakan di lantai, lampu di samping tempat tidur hanyalah menjadi penerang satu-satunya bagi dua tubuh telanjang bulat yang tengah bergelut hebat di atas ranjang, desahan dan deru napas terputus-putus saling menyahut satu sama lain, bulir peluh keringat membasahi tubuh keduanya yang justru menambah semangat mereka dalam bertempur, sudah hampir 1 jam keduanya mencari kenikmatan dunia yang belum juga berakhir. Hingga keduanya hampir mencapai puncak bersama dengan bahagia itu lanhsing hancur seketika saat tubuh kekar di atasnya menyebutkan nama orang lain dalam puncak klimaknya. Rasa bahagia itu hancur lebur tidak tersisa, bahkan sosok di bawahnya tidak lagi mempedulikan jika dirinya tidak mencapai puncak orgasmenya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN