Ayah

1956 Kata

JANGAN LUPA SHARE+ KOMEN+TAPS LOVE NYA YA... ____ Silau matahari membuat tubuh yang sedang tergolek nyaman di atas tempat tidur itu menggeliatkan pelan, matanya perlahan terbuka ia memutar tubuhnya kesamping membelakangi silau matahari yang sempat menerpa wajahnya. Mengerenyitkan dahinya karena belum sepenuhnya sadar, setelah cukup terkumpul kesadarannya, matanya langsung menatap kearah sofa. Kosong. Batinnya tersenyum masam. Lalu ia melirik jam di atas nakas samping tempat tidurnya. Pukul 08.00, dahinya mengkerut, matanya seketika terbelalak lebar saat rasa mual tiba-tiba hadir. Ia terduduk segera, rasa pusing menyerang, kaki nya turun dari atas ranjang menapak lantai kamar, sosok itu terdiam duduk saat badai itu hilang namun tidak sampai 5 detik setelahnya gelombang tidak nyaman di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN