Paket

1603 Kata

Tangisan pagi itu sudah tidak terdengar lagi, hanya ada sesegukkan pelan dari bocah kecil yang masih berada dalam pangkuan Clarissa lah yang terdengar. Hidung bocah itu memerah karena terlalu banyak menangis. Clarissa merutuki dirinya sendiri karena terlalu banyak berpikir dan terbawa suasana. Namun ia juga tidak bisa memungkiri, jika dirinya amat sangat merindukan kedua orangtuanya. Luka yang sempat ia torehkan dulu, apakah sudah bisa di maafkan. Clarissa hanya ingin melihat mereka dan meminta maaf. Bahkan kini ia tidak tahu dimana kedua orangtuanya tinggal. Clarissa sempat mendatangi rumah kedua orang tuanya sekitar 3 tahun lalu bersama Raka kecil tanpa sepengetahuan orang tua angkatnya. Tapi rumah besar milik ayahnya dulu sudah tidak berpenghuni. Kosong. Kemana pindahnya. Hanya itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN