Ayah Raka

1231 Kata

Sesak. Tatapan datar dan intimidasi di depannya membuat jemari-jemari putih miliknya basah oleh keringat dingin, dahinya pun ikut basah oleh peluh saking gugup dan gemetarnya. Clarissa hanya bisa menjalin kedua telapak tangan untuk saling meremas erat bertaut satu sama lain. Sosok di hadapannya hanya duduk terdiam, tanpa suara. Suasana terasa mencekam untuknya. Sari ibu angkatnya sudah tidur, karena efek sehabis minum obat dari rumah sakit. Beliau masih harus mengkonsumsi obat agar tidak jatuh sakit lagi dan benar-benar pulih. Clarissa ingin sosok di depannya segera pulang, tapi ia tidak tahu bagaimana cara mengusirnya. Apalagi sosok itu baru saja mengantar putranya yang tertidur pulas dalam gendongan. Clarissa hampir menangis melihat pemandangan yang begitu di impikan putranya. Mungkin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN