Semakin Tidak Peduli

1007 Kata

Dua minggu setelah pengakuan Maria dan kenaikan jabatan Rendra, hidup mereka kembali pada rutinitas. Tapi ada yang berbeda. Rendra mulai sibuk dengan tanggung jawab barunya. Lembur hampir setiap malam. Rapat pagi, rapat siang, rapat malam. Maya mencoba mengerti. Tapi rasa sepi itu mulai kembali. --- Senin malam, apartemen mereka. Maya masak makan malam. Ayam bakar, tumis kangkung, sambal terasi—menu favorit Rendra. Dia tunggu dari jam 7. Jam 8. Jam 9. Ponselnya berdering. Rendra (21.15): Maaf, sayang. Rapat molor. Makan duluan aja. Maya membaca pesan itu. Lalu meletakkan ponsel. Dia makan sendiri. Ayam bakarnya dingin. Sambalnya masih enak, tapi rasanya hampa. Panda Krim dan Panda Pelangi menemaninya di meja. "Kalian lihat? Dia nggak pulang." Mereka diam. --- Selasa pagi, Maya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN