Seminggu setelah insiden tas misterius, Maya semakin curiga. Rendra terlihat sibuk dengan sesuatu, tapi selalu menghindar kalau ditanya. Ponselnya lebih sering dipegang, senyum-senyum sendiri, dan sesekali bisik-bisik dengan Sari. Maya mulai kesal. --- Sabtu pagi, apartemen mereka. Maya duduk di sofa dengan Kambing Kocak. Rendra di dapur, masak sarapan—seperti biasa. Tapi kali ini ada yang berbeda. Dia masak dengan sangat hati-hati, sesekali melihat ke arah Maya dengan senyum misterius. "Ren." "Hm?" "Lo mau ngapain?" Rendra pura-pura tidak dengar. "Apa?" Maya menghela napas. "RENDRA." Rendra menoleh. "Iya?" "Lo dari seminggu lalu aneh. Tas itu isinya baju bayi. Lo beli dua. Terus lo bisik-bisik sama Sari." Rendra diam. "Aku tanya, lo mau ngapain?" Rendra meletakkan spatula. B

