Kejutan Besar Dan Malam Yang Tak Terlupakan

1023 Kata

Seminggu setelah insiden tas misterius, Maya semakin curiga. Rendra terlihat sibuk dengan sesuatu, tapi selalu menghindar kalau ditanya. Ponselnya lebih sering dipegang, senyum-senyum sendiri, dan sesekali bisik-bisik dengan Sari. Maya mulai kesal. --- Sabtu pagi, apartemen mereka. Maya duduk di sofa dengan Kambing Kocak. Rendra di dapur, masak sarapan—seperti biasa. Tapi kali ini ada yang berbeda. Dia masak dengan sangat hati-hati, sesekali melihat ke arah Maya dengan senyum misterius. "Ren." "Hm?" "Lo mau ngapain?" Rendra pura-pura tidak dengar. "Apa?" Maya menghela napas. "RENDRA." Rendra menoleh. "Iya?" "Lo dari seminggu lalu aneh. Tas itu isinya baju bayi. Lo beli dua. Terus lo bisik-bisik sama Sari." Rendra diam. "Aku tanya, lo mau ngapain?" Rendra meletakkan spatula. B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN