Amarah Maya

1276 Kata

Seminggu setelah pengakuan Rendra tentang konseling, hubungan mereka memasuki fase baru. Fase di mana Maya berusaha percaya, tapi luka lama masih terasa. Fase di mana Rendra berusaha terbuka, tapi kadang masih canggung. Mereka bertemu hampir setiap hari. Ngopi, jalan, nonton. Tapi Maya selalu pulang sendiri. Tidur sendiri. Bangun dengan Kambing Kocak di sampingnya. Sari menyebutnya "masa pemulihan". Maya menyebutnya "sabar". Tapi kesabaran ada batasnya. --- Senin pagi, kantor Maya. Maya baru sampai ketika ponselnya berdering. Nomor asing. Biasanya dia tidak menjawab, tapi ada firasat aneh. "Halo?" "Halo, Maya?" Suara perempuan. Tidak dikenal. "Iya. Siapa ini?" "Ini Tante Yuni. Ibu nya Rendra." Maya kaget. "Tante? Ada apa?" Diam di seberang. Lalu suara berat. "Maya, aku harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN