Rendra Mulai Goyah

1117 Kata

Seminggu setelah Rendra pulang mendadak, mereka kembali pada rutinitas lama. Tapi ada yang berbeda. Rendra terlihat lebih sering diam. Lebih sering melamun. Maya mencoba bertanya, tapi Rendra selalu bilang, "Nggak apa-apa, capek aja." Maya memilih percaya. Tapi di dalam hati, ada rasa was-was. --- Sabtu malam, apartemen mereka. Maya masak makan malam—spesial, karena Rendra akhir-akhir ini kurang berselera. Tapi Rendra hanya makan setengah porsi. "Rendra, lo ok?" Maya bertanya hati-hati. Rendra mengangkat wajah. "Ok." "Bohong." Rendra diam. Lalu dia meletakkan sendoknya. "Maya, aku harus ngomong sesuatu." Maya tegang. "Apa?" Rendra menghela napas panjang. "Di Surabaya... ada sesuatu yang terjadi." Maya diam. Jantungnya berdetak kencang. "Ada wanita." Dunia Maya berhenti. "Te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN