Pagi tiba, udara dingin dan kabut tipis menyelimuti seluruh kota. Sang surya masih malu – malu untuk menampakkan sinarnya, sehingga langit belum terlihat terang. Akan tetapi meski langit masih sedikit gelap, ayam jantan dengan gagahnya mengeluarkan suaranya yang nyaring untuk membangunkan semua orang. Kang dan aku masih terlelap tidur, kami masih berpelukan untuk menghangatkan tubuh kami dari dinginnya cuaca, terlebih kami tidak berpakaian sehabis b******a tadi malam. Kutarik selimut hingga menyentuh dagu dan kusandarkan kepalaku ke d**a Kang yang bidang. Wangi khas tubuhnya membuatku terbuai dan semakin jatuh cinta. Kupandangi wajahnya yang sedang terlelap tidur, dia memang tampan. Bulu matanya yang lentik, hidungnya yang mancung, bibir tipisnya yang menggoda membuatku semakin jatuh ci

