Suasana malam hari di istana permaisuri. "Selir Lin tiba," seru salah satu pengawal di kediaman permaisuri. "Hormat permaisuri. Maaf adik datang berkunjung malam malam seperti ini," ucap Selir Lin. "Bangunlah Selir Lin, jangan sungkan. Bukankah kita adalah keluarga. Apa yang membawamu kemari?" tanya permaisuri penasaran sambil menggandeng tangan Selir Lin. "Yang Mulia Permaisuri, maaf bila aku menanyakan hal ini. Apakah anda merasa kesepian?" tanya Selir Lin. "Tidak juga ... aku punya putra mahkota dan Putri Fei Er. Kenapa kau bertanya seperti itu padaku?" tanya Permaisuri curiga. "Maaf maksudku adalah apakah Yang Mulia Kaisar sering mengunjungimu atau seberapa sering dia menyentuhmu?" tanya Selir Lin tanpa ragu. "Kau ... kau keterlaluan. Apa hakmu bertanya itu padaku? sadarkah kau

