“Permisi Pangeran Kang, Putri Fei Er. Putra Mahkota Huang menyampaikan pesan satu jam lagi saatnya rombongan berangkat menuju ke Kerajaan Qin. Putra mahkota meminta agar pangeran dan putri segera bersiap – siap,” seru Dong Mei dari luar kamar. Aku terbangun seketika dari tidurku. Kulihat Kang masih terlelap tidur di sampingku. Namun aku sudah tidak mendengar suara Dong Mei, mungkin saja dia masih berdiri di luar kamar dan menunggu jawaban dari kami berdua. “Ya Dong Mei, kami akan segera bersiap – siap sekarang. Siapkan air mandi untuk kami berdua sekarang.” Dong Mei lantas bergegas pergi menuju ke dapur istana untuk mempersiapkan air panas. Sementara itu, di dalam kamar. Kang masih terbuai di dalam alam mimpi, sepertinya dia kelelahan, hingga suara Dong Mei yang begitu terdengar kenc

