Seketika Kang menjadi panik dan ketakutan nampak jelas di wajahnya. Kang memegangi tubuh dan lenganku lalu berkata. “Fei Er, apa yang terjadi padamu? Apa yang kau rasakan? Katakan padaku, jangan membuatku takut.” Penglihatanku semakin lama semakin tidak jelas, rasa pusing mulai melanda. Secara samar-samar kudengar Kang memanggil namaku berkali-kali, tangannya yang kekar menopang tubuhku yang telah lunglai dan lemas tak berdaya, seakan tubuh ini tidak memiliki kekuatan. Kepanikan mulai melanda semua orang di aula utama. Yang Mulia Kaisar Qin, Permaisuri Xia, Selir Fang, Kakak Huang dan Kakak Yang Ping datang menghampiriku. Raut wajah panik dan ketakutan nampak jelas tergambar dalam wajah mereka. Yang Mulia Kaisar Qin langsung memerintahkan pelayan pribadinya untuk memanggil semua tabib

