30. Hari Pernikahan

1331 Kata

Jangan tanya bagaimana perasaanku saat ini. Hancur sudah pasti. Melihat Mas Haikal yang semakin hari tak respect denganku dan juga anak-anak. Ia sibuk dengan calon istri barunya. Ya, beberapa kali gadis itu datang. Tak segan maupun malu dia bermanja-manja dengan suamiku di depan anak-anak. "Bun, memangnya tante itu siapa sih?" tanya Daffa dengan polosnya. "Iya Bun, kenapa dia dekat-dekat sama ayah terus?" Sesak sudah pasti. Mendengar pertanyaan polos yang terlontar dari si kembarku. Mereka masih kecil kenapa harus di hadapkan dengan kenyataan seperti ini. "Hai ganteng, sini sayang duduk bareng sama tante," sapa Riska pada si kembarku. Daffa dan Daffi melengos, mereka menghampiriku yang berdiri tak jauh darinya. "Daffa-Daffi, kalian gak boleh gitu. Sini dulu sebentar, ayah mau kenalin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN