"Pak, aku minta maaf. Tapi kedatanganku kesini untuk menjemput mereka pulang. Bapak seharusnya tidak mencampuri urusan rumah tangga anak bapak sendiri. Ini masalah aku dan Mila, Pak!" "Begitu kah menurutmu, Mas? Kalau gitu kamu juga harus bilang pada ibu supaya tidak mencampuri urusan rumah tangga kita," sanggah Mila. "Tapi itu berbeda, Mil." "Kenapa berbeda? Apa kamu mau bilang biarpun sudah menikah anak laki-laki tetap milik ibunya?" Mila kembali bersuara dengan lantang. Aku tak pernah menyangka, Mila yang lembut bisa jadi seperti ini. "Mil--" "Sudahlah Mas, aku sudah bosan mendengar kata-kata andalanmu itu. Aku kurang sabar apa coba? Dulu aku tak pernah mempersoalkan nafkah yang diberikan untukku. Aku tak pernah mengungkit-ungkit hal itu. Aku tak apa-apa. Tapi sikapmu yang tak adil

