Entah harus senang atau sedih dengan keputusan yang dia buat sendiri, Laura tidak tahu. Gadis itu menerima tawaran Dharma untuk memutuskan Liam setelah semua itu terungkap. Eh, tidak sih, Laura tidak setuju kok, dia menolak makanya Laura merasa bersalah karena menghalangi keberhasilan mereka. Namun, jika pilihannya adalah meninggalkan Liam, Laura tidak akan sanggup. Hidup Liam sangatlah sepi, laki-laki itu hanya sendiri di rumah dan kemungkinan besar pamannya pun pasti membenci dirinya. Logikanya tentu mengatakan bahwa Liam yang memiliki rumah mewah nan megah itu seharusnya tidak perlu bersusah payah bekerja paruh waktu jika memang pamannya menyayangi Liam, bukan? Laura bersenandung kecil setelah dirinya selesai membeli roti dan s**u strawberry untuk Liam. Langkahnya yang ringan mendadak
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


