Devanka sedang bersiap – siap untuk pergi sedangkan Zevanya kini berdiri di dekat jendela sambil memandangi ke arah luar. Zevanya terus terngiang – ngiang ucapan Devanka yang memberitahu kepada dirinya bahwa Rosemary bukanlah lawan yang mudah. Dari situ Zevanya dapat menarik kesimpulan kalau Rosemary punya kekuatan di luar ilmu kebalnya yang Zevanya sendiri tidak tahu apa. Peringatan yang Devanka berikan membuat Zevanya merasa was – was, ia tidak mau kalah melawan Rosemary karena jika itu terjadi maka dia yang akan mati dan Rosemary pun jadi punya kesempatan untuk bersama Devanka. “ Aku tidak akan biarkan itu terjadi! “ seru Zevanya menegasakan pada dirinya sendiri. “ Zee? “ Devanka baru saja datang menghampirinya. “ Pakai ini. “ Devanka menyerahkan sebuah jaket berwarna hita

