Pagi – pagi sekali Zevanya sudah berada di dapur, ia sedang menyiapkan bahan untuk memasak nasi goreng buat sarapan kedua adiknya dan juga Devanka yang masih pada terlelap. Sambil memotong bawang, Zevanya melamun dan masih tersisa rasa sesak di dalam benaknya. Kalau difikir – fikir, ia merasa seperti perempuan bodoh yang mau saja dipeluk Devanka selama tertidur, sedangkan dia sendiri sudah tahu kalau lelaki itu habis berhubungan dengan Rosemary. “ Awww!!! “ ringis Zevanya karena ujung jari tangannya tak sengaja teriris pisau dan mengeluarkan darah akibat kelalaiannya sendiri. Zevanya membalikkan badannya kerena ingin pergi menuju wastafel untuk membersihkan darah, tapi dia terkejut saat menabrak tubuh seseorang yang tak lain adalah Devanka. BUKK… “ Aduh! “ Zevanya hampir sa

