Devanka menarik Josua agar berdiri, lalu dia benturkan tubuh lelaki itu ke dinding sangat kencang sampai nafas Josua terdengar seperti penderitas asma. Devanka tinju berkali – kali perut Josua menyebabkan darah keluar dari mulut lelaki itu. Ketika Devanka ingin meninju lagi, tangan Josua bergerak untuk menangkisnya, tapi Devanka punya cara lain untuk tetap menghajar lelaki itu, Devanka sengaja membenturkan kepalanya sendiri tepat di wajah Josua karena saat ini tangannya tidak dapat memberikan perlawanan. “ A—aw… he—hentikan! “ Jerit Josua karena benturan kepala Devanka mengenai matanya yang mendadak nyut – nyutan. “ Aku tidak akan berhenti! “ Devanka menekan kedua pundak Josua agar lelaki itu berjongkok, lalu dengan kekuatan penuh Devanka pukul kepala Josua menggunakan kepalan tan

