Devanka menghentikan mobilnya di parkiran sekolah, ia bersama Zevanya berjalan masuk ke dalam sekolahan. Mereka berdua berjalan menuju gedung aula yang berada di sekolah tersebut sesuai arahan pak satpam bahwa acara pentas seni pada hari ini di gelar disana. “ Ingat ya, jangan buat rusuh! “ tak henti – hentinya Zevanya memperingati lelaki yang berjalan sejajar disebelahnya. “ Hm. “ Mereka berdua masuk ke dalam aula dan ternyata acaranya sudah dimulai sejak sepuluh menit yang lalu, Zevanya menggerutu sebal karena ulah Devanka akhirnya dia jadi terlambat. “ Kamu sih, tadi segala berhenti dipinggir jalan terus sampai ditegur polisi dan akhirnya kita jadi terlambat, kan! “ “ Yang penting kamu tidak melewatkan penampilan adikmu, kan? “ balas Devanka yang ada benarnya juga.

