Zevanya keluar dari kamar mandi dalam keadaan tubuh yang masih basah dan mengigil. Leo dan Toni berusaha untuk menawarkan Zevanya pakaian ganti tetapi gadis itu menolak. “ Zee…aku antar kamu pulang ya? “ Leo terus mengejar Zevanya yang berjalan cepat, ia tak tega jika membiarkan Zevanya pulang dalam keadaan sekujur tubuh basah karena ditakutkan nanti gadis malang itu masuk angin. “ Tidak usah, Leo. Aku bisa pulang sendiri! “ seru Zevanya, ia semakin mempercepat langkahnya menuju pintu keluar. Hati Zevanya sedang kacau balau sehingga dia tidak perduli dengan keadaannya sendiri karena yang ada di dalam otaknya saat ini adalah ingin segera pergi dari rumah Devanka. “ Tapi, saat ini kamu dalam keadaan basah, Zee. Nanti kalau kamu sakit bagaimana? “ Leo masih berusaha untuk mem

