Devanka baru saja tiba dirumahnya, ia berjalan dengan langkah terburu – buru masuk ke dalam untuk mencari Leo. Sampainya di ruang tamu, ia tidak melihat keberadaan lelaki itu, akhirnya Devanka menyuruh salah satu Bodyguard untuk mencari dimana Leo saat ini. Sambil menunggu kedatangan Leo, ia memilih duduk di ruang tamu. Tak lama Toni muncul menghampiri Devanka yang saat ini memasang wajah muram. Dengan jantung berdegup kencang, Toni mencoba untuk bertanya. “ Ba—bagaimana, tuan? apakah kedua adik Zevanya ada di Apartemen? “ tanyanya ragu – ragu. Mata Devanka melirik Toni tajam, ia menggeleng pelan. “ Tidak ada. “ Toni menghela nafas lega, akhirnya tubuh dia tidak jadi di potong menjadi dua belas bagian karena apa yang dia katakan terbukti kebenarannya, meskipun awalnya dia s

