Mata sebelah kiri terlihat memar, lengan berdarah – darah serta wajahnya terdapat cipratan noda merah, begitulah penampilan Zevanya saat ini yang nampak berantakan. Dia melirik meja kecil di dekatnya duduk terdapat bungkus rokok dan korek milik Rosemary. Tak banyak berfikir lagi, Zevanya keluarkan satu batang rokok dari bungkusnya, lalu dia nyalahkan sumbu benda beracun itu menggunakan korek. Zevanya menghisap rokok itu dengan santai meskipun mata kirinya sesekali berkedut dan nyeri di luka tusuknya begitu pedih tetapi Zevanya tak perduli karena saat ini dia sedang menikmati kepulan asap yang baru saja keluar dari mulutnya. Devanka berjalan mendekati Zevanya yang lagi asik merokok, dia cukup terkejut karena untuk pertama kalinya melihat Zevanya menghisap benda beracun tersebut.

