Hujan turun membasahi sekitarnya. Aroma tanah basah yang menguar menciptakan kerinduan. Embun yang mulai bermunculan seolah mengandung kepedihan. Sebesar apa pun usahanya untuk menghapus semua, embun itu akan tetap muncul sebelum hujannya mereda. Sebelum tangisnya menguap menjadi senyuman. Sebuah harapan kecil muncul saat percikkan air membasahi wajahnya. Seolah dapat menggenggam butiran rapuh rintik hujan, seluruhnyapun akan meluncur kembali dari genggamannya dan terlepas begitu saja. Seakan tengah mencium hujan dalam kerapuhan. Seperti mengharapkan sebuah penantian pada langit buta. Aku begitu merindukanmu. Ini sudah sebulan. Benar-benar genap sebulan ketika hal itu terjadi. Sebuah kalimat yang mampu membungkamnya. Sampai detik ini, ia tidak melihat secercah bayangan sosok lelaki it

