Lagi-lagi Cemburu?

1534 Kata

Pagi menyapa dengan suasana yang jauh lebih dingin daripada udara AC di dalam penthouse. Amindita sudah berdiri di depan cermin besar di kamarnya, merapikan setelan kerjanya yang sangat tertutup dan profesional. Tidak ada lagi piyama satin putih gading yang mengundang gairah, yang ada hanyalah Amindita si sekretaris tangguh dengan wajah yang kaku seperti es. Di meja makan, Amindita sudah menata sarapan sederhana namun hangat—seperti hidangan semalam yang tak sempat dinikmati dengan tenang. Ia tidak ingin memberikan alasan pada Praditya untuk mencaci-makinya lagi. Setelah memastikan semuanya rapi, ia menyambar tas kerjanya, berniat berangkat lebih awal menggunakan taksi. Ia tidak sudi duduk di dalam satu mobil yang sama dengan pria itu pagi ini. Namun, tepat saat ia melangkah menuju pintu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN