Suasana di dalam mansion megah keluarga Aryatama yang biasanya sunyi dan berwibawa, kini pecah oleh suara pecahan kristal dan teriakan histeris. Nyonya Gayatri, yang selalu tampil dengan sanggul rapi dan keanggunan yang terjaga, kini tampak seperti wanita yang kehilangan kewarasan. Rambutnya sedikit berantakan, dan wajahnya merah padam karena amarah yang meluap-luap. "Ini semua karena kamu, Mahendra! Kamu sengaja, kan?! Kamu merencanakan ini semua bersama anak haram jadah itu untuk mempermalukan aku di depan seluruh dunia!" teriak Gayatri sembari membanting sebuah vas bunga porselen dinasti Ming ke lantai marmer hingga hancur berkeping-keping. Mahendra Aryatama hanya duduk tenang di sofa kulitnya, memegang secangkir kopi hitam yang uapnya masih mengepul tipis. Ia tidak bergeming sedikit

