FELIX - 48

2408 Kata

Alena terbangun dan dirinya mendapati ranjang di sebelahnya yang kosong. Rudolf telah pergi, meski aroma tubuh suaminya yang bercampur dengan aroma seks semalam masih tertinggal, berkelebat di hidung mancung Alena. “Oh Tuhan,” desah Alena frustasi bersamaan dengan bayangan kejadian semalam, kekacauan yang menerjangnya, dan semua terjadi tepat di hadapan suaminya. Perasaan sedih yang tiba-tiba memenuhi setiap sudut hatinya. Alena membenamkan wajahnya pada bantal, menghirup dalam-dalam aroma milik Rudolf untuk beberapa saat sebelum ia menoleh ke arah nakas dan mendapati secarik kertas yang ditinggalkan Rudolf. Alena beranjak untuk duduk di atas ranjang, meraih kertas putih itu lalu membacanya.   Dearest Alena. I apologize for leaving you this morning. Rest and enjoy your day my dear.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN