Alena berdiri di ambang pintu ruang yang dibuat Rudolf menyerupai ruang perawatan Sergei selama ini di rumah sakit. Alena menatap lurus ke arah ranjang tempat Sergei berbaring. Pria itu terlihat memejamkan mata, tapi yang melegakan bagi Alena, Sergei sudah tidak menggunakan vertilator untuk bernapas. Masih ada selang infus yang tergantung di sisi ranjang. “Masuk lah, Alena,” bisik Nena yang berdiri di samping kanan Alena. Ada Nick yang berdiri di ujung ranjang Sergei, dan juga ada Eva yang mengamati Alena. Sementara Rudolf berdiri di belakang Alena. Alena terdiam sebelum ia menoleh ke belakang, menatap Rudolf dari balik bahunya. Keduanya bertatapan dengan mendalam, sarat makna yang keduanya tidak perlu ungkapkan. Alena ingin menjaga perasaan suaminya, begitu juga dengan Rudolf, ia tida

