27. Penjelasan (2)

1303 Kata

“Maaf,” cicitnya setelah yakin tak ada satupun yang ingin membuka suara, “apa kita bisa makan sekarang? Aku yakin Natalia pasti sudah lapar karena anakku terbiasa sarapan pagi,” lanjutnya. Perkataannya memang tidak terlalu berbohong. Setidaknya itulah yang diterapkannya untuk Natalia sejak dia tahu penyakit yang di deritanya waktu itu. “Baiklah, ayo sayang kita sarapan dulu.” Ucap Karla berusaha mengalihkan sejenak isi dalam pikirannya. Namun acara makan itu hanyalah cover saja sebab aslinya diantara mereka tak satupun yang menyentuh makanan kecuali Natalia. Seusai Natalia menghabiskan makanannya Karla mengajak cucunya itu untuk meninggalkan meja makan. Kini tertinggal tiga manusia yang terlibat masa lalu. Alpa menghela nafas saat tak ada satupun yang memulai pembicaraan, dia beranjak m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN