39. Masuk Angin

2239 Kata

"Papa ...!" Aysila berteriak memanggil Arya yang baru saja turun dari mobilnya. Anak itu berlarian cepat menghampiri Arya, memeluk begitu erat meluapkan rasa rindu yang sudah membubung. "Kangen," katanya pelan sambil menyandarkan kepala pada bahu Arya, mengusap-usap punggung pria itu dengan jemari kecilnya. "Papa ke mana? Aku bosan di rumah Oma, aku mau main sama Papa!" Arya tersenyum, membawa Aysila dalam gendongannya seperti layaknya kanguru. "Anak Papa kangen rupanya, huh?" Aysila mengangguk cepat. "Seru main dengan Oma di rumah baru?" Arya tentu saja sadar apa yang terakhir kali dia dengar dari percakapan Elana dan Steve, sebelum akhirnya pingsan tidak berdaya. Keadaannya benar-benar lemah, bahkan sampai dua hari kemudian Arya baru siuman. Arya dapat bernapas lega karena Tuhan masih m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN