sungguh luar biasa

1980 Kata
Dongeon tower 6 Setelah sekian lama menjalani hidup sebagai orang yang mengenaskan. Kini Alea bisa merasakan sesuatu yang selama ini sama sekali tidak dia rasakan. Belum debar dengan rasa penasaran yang bercampur menjadi satu, seperti sebuah kenikmatan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Seolah ada getar hebat di dalam dadanya menjadi sebuah pengaruh yang indah. Dia tidak tahu jika rasa penasaran yang begitu tinggi bisa menciptakan sebuah perasaan yang tak pernah dia tangani seorang diri. Dengan raut cemas dan penuh waspada, dia mulai melangkah masuk. Merekam jejaknya dalam sebuah peta, siapa tahu jika dirinya mampu keluar dari tempat ini dia bisa menjual informasi peta goa ini dengan harga yang mahal. Memanfaatkan segala hal demi uang dan bertahan hidup. Itu yang ada di dalam benaknya sekarang, hidup butuh uang dan segalanya harus berdasarkan dengan uang. Dunia memang sudah busuk, tapi itulah kenyataanya, berbuat baik dan hanya mengandalkan balasan dari orang lain sama sekali tidak berguna sekarang. "Kau merasakannya?" Alea mengangkat wajahnya. Dia melihat ke depan di mana energi kuat itu terasa semakin kuat dan begitu kental, padat dan terasa begitu mencekam. "Ya, aku merasakannya." "Aku yakin ada hal yang tidak beres dengan benda itu." "Apa itu berguna?" "Tentu saja, jika aku berhasil melahapnya?" "Bagaimana cara kau melahapnya, saat aku saja tidak bisa menggunakan skill acient sword dragon milikmu." "Pikirkan saja itu nanti. Ada hal yang lebih penting untuk diurus sekarang." "Kau benar." Alea terpaku sejenak, aura ini pernah dia rasakan sebelumnya, aura keberadaan monster belalang sembah yang begitu kuat. Dia benci mengakuinya, tapi melihat bagaimana kakinya bergetar sudah membuat dirinya yakin, dia jelas ketakutan sekarang ini. "Kenapa kau diam?" "Entah lah, aku hanya ...." Alea tak mampu melanjutkan kalimatnya, apalagi saat belalang sembah itu menatap kearahnya, dengan mata merah dan celurit yang tajam di kedua tangannya membuat Alea mengingat, betapa tajamnya benda itu saat mengenai dirinya. Kaki bergerak keatas dan kini tangannya yang ikut bergetar di sana. Dia merasakan sesuatu yang sungguh menjengkelkan, dia yakin jika saja dia memiliki keberanian untuk lari. Maka Alea akan lari sekarang juga. "Kita sudah sampai sejauh ini, jangan berpikir untuk lari." "Aku tidak berpikir untuk lari." "Lalu?" "Hanya mencari celah untuk sembunyi." "Sama saja bodoh. Kau sudah sejauh ini dan sekarang kau malah berpikir untuk lari. Di mana otak mu, lebih baik kau mempertaruhkan segalanya di tempat ini. Aku akan membantumu!" "Kau yakin? Aku bahkan tidak bisa beranjak dari tempat ini. Kaki ku bergetar." "Bodoh!" "Ck, kau mulai lagi dengan kata bodoh dan bodoh." Dengkus Alea yang merasa kesal dengan tingkah Augus, padahal sejak tadi ego itu tidak pernah mengatai bodoh, apa karena dia kesal makanya mengatai dirinya bodoh. Ah Alea tidak tahu harus melakukan bapa. Bahkan saat belalang sembah itu berjalan kearahnya, dia masih saja diam di tempat. Kakinya semakin berat dia gerakkan, bahkan getaran itu semakin kuat membuat dirinya merasa akan berakhir saat itu juga. "Bergerak sekarang bodoh!" Teriak Augus saat belalang sembah itu berlari dan menyerang kearahnya. "Cepat!" Dengan sisa tenaga yang dia miliki, Alea berusaha sekuat tenaga untuk menghindar, dan akhirnya dia berhasil melompat, mengingkari serangan dari belalang sembah itu. "Kau beruntung. Jika terlambat sedikit saja kau akan mati saat itu juga." Dengkus Augus. "Gunakan aku sekarang juga?" "Bagaimana caranya?" "Bayangkan saja aku sepeti bentuk yang kau ingat tadi." "Hanya seperti itu?" "Lakukan saja sebelum kau mati, bodoh!" "Ck, terserah kau saja!" Alea hanya bisa mendengkus pelan lalu memejamkan matanya dan membayangkan Augus berubah menjadi sebuah pedang hitam. Semoga saja ini berhasil jika tidak. Entah apa yang akan terjadi pada Alea, dua mempercayakan semua ini pada Augus. Lalu entah dari mana kekuatan itu berasal, tubuhnya terasa dialiri sebuah kekuatan murni yang membuat getar di kakinya tadi perlahan menghilang, bahkan rasa hangat seolah menjalar di tubuhnya, melalui tangan dan terus bergerak ke seluruh tubuh. Sistem : Augus mendapat bentuk pertama kalinya, bonus status sudah di tambahkan. "Buka matamu dan menghindar sekarang!" Alea langsung membuka matanya. Dia melompat ke kiri saat belalang sembah tadi menyerang dirinya dengan cukup kuat. Alea terkejut saat merasa pergerakannya sangat cepat. Bahkan dia bisa bergerak lebih cepat dari biasanya. "Apa kau menyadari kekuatan baru mu?" Tanya Augus. "Apa ini yang di maksud dengan dengan bonus stat tambahan?" Tanya Alea masih bingung, dia belum melihat statistik tambahan yang dikatakan sistem tadi, dia hanya merasakan aliran kekuatan masuk dan merambat ke dalam tubuhnya. "Jangan banyak tanya dan fokus saja, ada monster besar di hadapanmu sekarang!" Ah tentu saja, Alea bahkan sampai melupakan belalang sembah yang berusaha menyerang dirinya, dia mengangkat kepalanya, menatap sepasang mata besar dari belalang sembah itu sendiri. "Kau yang sudah menjadi jembatan untukku. Lalu bagaimana aku harus berterima kasih pada mu? Mengakhiri ini dengan cepat atau membiarkan mu hidup?" "Arrrkkkk!" Teriak nyaring suara belalang sembah itu, dia menggerakkan kedua lengan dengan celurit tajam di sana. Serangan yang entah kenapa terlihat memiliki pola pergerakan yang sama, hal itu tentu saja di manfaatkan oleh Alea untuk menghindari serangan itu. Dia bergerak dengan kecepatan yang baru dia rasakan sekarang. Lalu pergerakannya itu malah berhasil mengecoh serangan belalang sembah dengan sangat mudah. "Kau lihat?" Ucap Alea dengan nada sombong, bahkan dia menyeringai lembut. "Aku bisa menebak kemana arah serangan mu!" Setelahnya Alea melompat. Bahkan lompatan itu terasa sangat ringan dan bisa begitu tinggi, Alea berputar di udara lalu menggerakkan Augus ke arah wajah belalang sembah itu, hingga tebasan udara itu berhasil mengenai antena milik belalang sembah. Kekuatan yang luar biasa. Alea tidak percaya dengan apa yang dia rasakan, ini terasa baru dan luar biasa, dia bahkan tidak percaya jika dia bisa melakukan pergerakan seperti itu. "Apa ini kekuatanmu?" Tanya Alea penasaran. Dia melompat mundur untuk mengukur waktu sejenak. "Aku tidak yakin. Aku baru saja bangkit tapi bisa berpengaruh seperti ini. Sepertinya ini konyol." Alea juga berpikir demikian, lalu untuk nemastikannya lagi di membuka status barnya untuk melihat statistik dirinya sendiri. Dan betapa tercengangnya dirinya saat melihat semua statistiknya bertambah lima puluh. Sungguh, bahkan jumlah mana yang dimilikinya bertambah hampir setengahnya. "Apa yang terjadi?" Tanya Augus saat melihat Alea masih saja diam. "Apa yang akan kau pikirkan jika ternyata sekarang aku bisa menggunakan salah satu skill mu!" "Acient sword dragon?" "Salah satunya." "Maka gunakan sekarang atau kita akan mati sekarang!" Teriak Augus dengan panik, hal itu membuat Alea segera menyadari maksud teriakan Augus tadi. Dan benar saja, belalang sembah tadi kembali menyerang dirinya dengan kekuatan yang luar biasa kuat, Alea melompat ke sisi kiri untuk menghindarinya, hampir saja celurit besar itu menebas dirinya. "Kenapa kau sangat lama, gunakan Skill itu sekarang juga!" Teriak Augus panik saat melihat belalang sembah itu kembali memberi serangan. "Jangan terlalu panik. Aku masih berusaha menguasai kekuatan mu, bahkan ini terasa tidak mungkin, kau tahu?" Alea menyeringai, apa yang dia dapatkan begitu jelas sekarang. Statistik nya bertambah dengan pesat. Bahkan saat ini kecepatan dan pertahannya sangat meningkat drastis. "Aku dulu begitu lemah dan hanya dianggap sebagai sampah, tapi sekarang." Alea menatap belalang sembah itu dengan mata tajam. "Aku akan melihat sejauh mana dewa memberiku berkah." Sistem : dewa menyukai semangat bertarung mu, skill peningkatan telah di berikan, saat skill ini aktif maka kemungkinan untuk mendapatkan penambahan stat 10% akan di jalankan. Alea menyeringai dengan lebar saat melihat notifikasi yang keluar dari hologram di sebelahnya. "Dewa!" Seru Alea dengan dengan kuat. "Kau tau Augus? Ini adalah hari keberuntungan ku, aku tidak tahu kenapa dewa begitu banyak memberiku berkah hari ini. Yang pasti aku akan menggunakan semua berkah itu untuk membuktikan jika aku masih sanggup untuk terus berkembang!" Alea memasang kuda-kuda dengan pedang yang dia arahkan ke arah belakang sembah di depannya. "Kriaaaak!" Jerit belakang sembah yang seolah sadar kekuatan Alea meningkatkan saat itu juga, bahkan aura dan kekuatan Alea seolah terfokus pada mata pedang Augus. "Kau ingin makan bukan?" Tanya Alea dengan seringai lebar. "Maka makanlah hidangan pembuka mu sekarang!" Acient sword dragon! Alea menebas Augus yang bobotnya bertambah tiba-tiba ke udara, dia mengayunkan dengan kekuatan penuh hingga menciptakan beberapa bilah hitam yang menembus langsung kearah belakang sembah tadi. Sistem : musuh terkena serangan langsung. Poin tambahan di terima oleh Augus. Alea tersenyum puas, jadi inilah kemampuan Augus, saat dia mengenai serangan musuh melalui bilah hitam tadi. Maka Augus mampu menyerap kemampuan lawan. Bukankah ini seperti melakukan kecurangan, apakah dia akan mendapat keuntungan dengan semua ini. "Kreaaakk!" Teriak belalang sembah dengan suara yang begitu melengking. "Kau lihat?" Alea menatap bilah mata pedang Augus. "Aku merasakan kekuatan mengalir dalam dirimu. Apa kau juga merasakan itu?" "Tentu saja!" Augus merasa dia mendapat kekuatan itu. Kekuatan yang sedikit demi sedikit masuk ke dalam tubuhnya. "Hahaha ini lah yang aku maksud dengan terlahir kembali, aku menyukai ini. Aku ingin lagi dan lagi." "Maka kau akan mendapatkannya." Acient sword dragon! Lagi, beberapa bilah hitam keluar dari tebasan Alea, bergerak dengan empat dan berhasil mengenai belalang sembah dengan sangat kuat Sistem : musuh terkena serangan langsung. Poin tambahan di terima oleh Augus. Alea kembali tersenyum, beberapa bilah hitam itu mengenai tepat pada tubuh belalang sembah. Dan mungkin sebentar lagi adalah akhir dari belalang sembah di hadapannya. "Aku akan berterima kasih dengan mengakhiri hidup mu dengan cepat." Ucap Alea dengan seringai. "Kekuatan, kekuatan ini mengalir dalam tubuhku, Alea. Gunakan, gunakan kekuatanku sekarang juga!" Sistem : kekuatan Augus meluap! Dalam kondisi saat ini kau bisa menggunakan skill terkuat milik Augus untuk membalikkan semua kekuatan yang sudah diserap oleh Augus. Augus tersenyum puas, dia mengangkat wajahnya menatap belalang sembah yang berusaha mengeluarkan serangan terakhir untuk menyerangnya. "Mungkin ini adalah pengalaman pertama aku mendapat kekuatan seperti ini, tapi dengan senang hati aku akan mencoba memberikan yang terbaik untuk mu!" Desert storm eagle! Alea menebas Augus dengan kekuatan penuh, hingga menciptakan bilah hitam yang sangat besar, kekuatan yang menggila itu menggeluarkan petir hitam dan bagai yang terlihat sangat gelap di sana. Kekuatan yang sangat mengerikan. Dia bahkan tidak pernah menyangka jika akan mendapatkan kekuatan seperti ini. Sepertinya dewa sangat menyukai dirinya dan memberi kesempatan untuk dirinya kembali bangkit dari keterpurukannya. "Kreaaakk!" Satu serangan telah megenai tubuh belalang sembah dan membelah tubuh monster itu. Alea tersenyum, terlebih saat pesan sistem muncul di hadapannya. Sistem : belalang sembah gurun berhasil di kalahkan. Points berhasil di tambahkan pada Augus. Augus naik level menjadi level 9. Semua status poin Augus baik 5%. Augus berhasil mendapatkan skill baru. Tebasan dewa. Sistem : kau telah berhasil mengalahkan bos tersembunyi dari gua kegelapan. Hadiah telah di berikan, gelar penguasa goa kegelapan telah di raih, mau bisa menjadikan tempat ini menjadi milikmu secara pribadi. Sistem : apakah kau ingin mencantumkan nama di batu penghargaan sebagai orang yang berhasil menaklukkan goa kegelapan? Alea terdiam Sejenak, jika dia mencantumkan namanya di dalam batu penghargaan, pasti akan banyak orang yang datang dan tidak percaya, lalu banyak sorot perhatian yang akan dia dapatkan setelahnya, Alea membenci hal itu dan lebih baik dia menyembunyikan statusnya. Alea benci menjadi pusat perhatian, maka dari itu dia menolak hal itu. Sistem : kau menolak mencantumkan nama di batu penghargaan, apa kau ingin mengambil hadiah mu sekarang? "Tentu saja." Sistem : Hadian akan di kirim ke ruang penginapan. "Apa kau senang?" Alea melirik kearah Augus yang terlihat sedikit berubah. Warna pada pedang Augus sedikit lebih hitam dari sebelumnya. "Tentu saja, ini semua berkatmu juga." "Sudah aku katakan aku ini hebat! Kau saja tidak percaya!" "Benarkah?" "Tentu saja!" "Lalu siapa yang sejak awal ragu untuk masuk ke dalam. Bukannya kau berkata jika dirinya baru saja terlahir kembali?" "A ... Aku sedikit ragu tadi." Alea terkekeh geli, dia tidak menyalahkan Augus, tentu saja karena dia merasa Augus banyak membantunya. Bahkan. Kekuatan dari Augus sangat berguna. "Kau ini bunda gan utama?" "Tentu saja!" Alea menatap sumber energi yang mereka rasakan tadi, sepertinya bila kecil yang mengambang di hadapannya adalah sesuatu yang luar biasa. "Kau yakin ini tidak apa-apa?" Tanya Augus sedikit ragu. "Aku tidak tahu. Hanya saja aku merasa kekuatan ini akan membuat mu terus berkembang." "Jadi?" "Aku terserah padamu." Augus terdiam sejenak, dia tidak yakin untuk melahap kekuatan itu. Namun saat merasakan kekuatan yang begitu dahsyat itu. Entah kenapa dia merasa tergiur akan kekuatan. "Ayo lakukan!" Teriak Augus dengan semangat, yah anggap saja ini adalah hadiah atas pencapaiannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN