Bab 48 Rencana Terselubung

1368 Kata

  “Aku harus kumpul dulu di OSIS. Kamu nggak apa-apa kan pulang sendiri? Aku udah hubungin Mama juga supaya jemput kamu. Kayaknya lagi on the way sekarang.” Sajaka membereskan semua alat tulis ke dalam tas dengan sedikit rusuh hingga Sadina ikut berdiri membantu.   “Aku nggak apa-apa,” jawab Sadina mencoba menghilangkan sedikit kekhawatiran Sajaka. “Kamu akan pulang sore berarti ya?”   “Hm ..., nggak tahu,” jawab Sajaka sambil sekilas melirik jam tangannya. Kedua alisnya mengernyit, seakan sedang memperhitungkan sesuatu. “Mungkin agak malam sedikit. Kamu nggak usah khawatir rencana kita buat ngerjain tugas bareng bakal jadi kok.”   “Kayaknya nggak usah aja. Aku usahain ngerjain sendiri. Kemarin juga kamu ngerjain punya ak—“   “Enggak. Kita ngerjain bareng aja.” Sanggah Sajaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN