"Kamu lupa kalau kamu istriku?" jawab Danish dengan suara yang di pelankan. Tatapannya terlihat marah. "Tidak baik keluar dengan pria yang bukan mahram!" "Sejak kapan Mas perduli?" jawab Ela dengan kesal. "Aku bukannya tak perduli aku hanya mengingatkanmu sebagai seorang suami-" "Suami? Hanya status! Bukan karena perasaan, kan?" Danish terdiam. Ia menatap Ela. Hanya beberapa detik, ntah kenapa aura ibu hamil yang dipancarkan Ela terlihat cantik di matanya. Buru-buru ia mengalihkan tatapannya ke lain. "Aku sadar, Mas nggak mungkin menaruh rasa sama aku. Kita menikah karena takdir yang membuat kita terpaksa melakukannya. Bukan karena suka sama suka. Jadi untuk apa Mas bersikap seperti ini? Kalau tidak cinta seharusnya nggak perlu semarah ini apalagi dia hanya temanku. Bukan siapa-siap

