"Nafisah, mungkin kata maaf tidak akan cukup buat semua yang telah terjadi. Tapi, aku tidak akan diam apalagi tidak menjelaskan semuanya padamu." "Nafisah, demi Allah dan Rasulullah, tidak sedikitpun aku terpikir untuk menduakanmu. Ketika aku melamarmu di masalalu, rasanya begitu berat. Kamu tahu sendiri, bagaimana aku mencintai almarhumah Alina. Sulit buatku untuk menerima wanita lain apalagi saat kedua orang tua kita menjodohkan kita walaupun alasannya hanya karena Diyah agar memiliki ibu sambung, yaitu kamu." "Hingga rasa cinta kita bersemi seiring berjalannya waktu. Kamu begitu sabar menghadapi diriku yang dingin dan tak perduli. Sampai akhirnya aku berhasil keluar dari masalalu yang kelam, yaitu kehilangan Alina. Orang yang sama-sama kita sayangi dan memulai lembaran baru denganmu.

