Chapter 48

1065 Kata

Kamu suka?" "Alhamdulillah, aku suka Mas. Terima kasih ya." "Sama-sama, Nafisah. Tapi janji ya, kita tidak boleh sering-sering kemari. Tidak baik berada di keramaian dan tempat umum dengan kondisi kamu yang seperti ini." "Jadi, Mas khawatir?" senyum Nafisah geli. "Tentu saja. Jangan tersenyum seperti itu Nafisah. Kamu pikir aku bercanda?" "Khawatir tidak ada uangnya atau khawatir ketahuan orang lain?" "Kalau uang tentu saja aku ada. Kamu itu istri yang penuh keberkahan dan rezeki yang melimpah dari Allah. Kalau untuk istri, aku nggak perhitungan bahkan, tunggu, apa maksudmu barusan? Khawatir ketahuan orang lain? Jangan menuduhku Nafisah." "Aku nggak nuduh, kan cuma-" "Lebih baik kamu makan ya, sayang. Aku-" "Kenapa Mas? Apakah semuanya baik-baik saja?" potong Nafisah cepat. "Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN