Sudah tiga hari kepergian Lana yang membuat seisi istana masih berduka. Aldan sangatlah merasa bersalah dan terus mengurung diri di kamarnya.Namun hari ini juga Aldan menguatkan dirinya untuk bertemu dengan kedua anak kembarnya hasil dari Cintanya bersama Alana ia tidak ingin Lana nanti membencinya karena menelantarkan anak mereka. Aldan mendatangi kamar Alvian dan Alice putra dan putri kembarnya.Ia melihat wajah keduanya dengan sangat detail karena saat kepergian Lana ia belum begitu jelas melihat anak kembarnya itu dan ternyata wajah Alice sangat persis dengan Lana yang memiliki mata biru juga kecantika seperti Lana sedangkan Alvian tentu saja sepertinya namun matanya berwarna biru seperti Alana. Aldan tersenyum hambar bagaimana bisa ia melupakan Lunanya jika kedua anaknya sangatlah p

