Bagian 19. Tamu Tak Diundang

1109 Kata

Kami memutuskan langsung pulang setelah mengikuti rangkaian tahapan di Korem. Sudah lewat tengah hari, Nadin dan Ibu pasti sudah pulang. Aku khawatir gadis kecil itu tidak mau makan jika aku tidak di rumah. Semenjak ada aku, dia bertambah manja. Maka kuminta Mas Kusuma untuk memacu mobil lebih cepat. Lagi pula, kami belum shalat zuhur. Saat memasuki halaman, mataku menangkap satu mobil terparkir di depan rumah. Mobil yang cukup kukenal, Ayla merah menyala. Jantungku berdegup tidak nyaman. Untuk apa dia ke sini? "Mama pulang ...!" Nadin yang sebelumnya kulihat sedang asyik di teras segera berlari menyongsongku, kedua tangannya merentang minta digendong. Segera kuraih gadis mungil itu, sementara mataku mengarah pada sosok yang tadi tampak akrah bermain dengannya. Meskipun tidak ada s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN