Ryan dan Afif terus berjalan di sepanjang lorong dan keduanya sudah hampir kehabisan napas, karena menghirup udara yang kotor dan menyesakkan. Setelah berjalan, yang bagaikan berjam-jam tanpa kepastian. Ryan dan Afif, akhirnya berhasil juga menemukan ujung lorong yang mereka lewati. “Alhamdulillah! sampai juga kita di luar, dengan selamat,” kata Ryan, sambil merebahkan badannya di atas rumput, yang tidak jauh dari mulut lorong yang tadi mereka masuki. Napas Ryan terdengar memburu dan menyesakkan. “Aku tadi, rasanya sudah hendak menyerah, karena kita belum juga menemukan ujung dari lorong,” tambah Ryan. Afif yang juga menyusul Ryan berbaring di atas rumput, membenarkan apa yang dikatakan oleh temannya. “Tenggorokkanku terasa kering, begitu juga dengan bibir dan lidahku. Aku tidak tahu, a

