Keduanya melihat dengan berdebar, pria yang berjalan mendekat ke arah mereka. Menunggu siapakah yang akan mendekat ke arah mereka, dengan jantung yang berdebar. Dan, seakan memang sengaja hendak menyembunyikan wajahnya hingga berada dekat dengan Ryan dan Afif. Hingga ketika orang yang wajahnya tersembunyi di balik jas hujan tersebut tepat berdiri di hadapan Ryan dan Afif, barulah ia membuka penutup jas hujan, yang melindungi wajahnya. Dengan sengaja, orang itu mengibaskan jas hujannya, sehingga percikan air hujan mengenai wajah Ryan dan Afif yang hanya diam, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. “Kalian sudah merasakan bukan? Bagaimana nyamannya tinggal di rumah yang penghuni aslinya tidak mengharapkan kehadiran kalian di sini,” kata orang itu, yang ternyata adalah pak Malik. Rya

