Bu Sarinah tersugkur ke lantai, sementara Afif yang berdiri tepat di samping Ryan menjadi terkejut tidak percaya melihat apa yang telah dilakukan oleh Ryan. “Apa-apaan kamu ini, Ryan? kamu tega sekali membuat bu Sarinah yang sudah tua terjatuh!” Hardik Afif kesal. Ryan melihat ke arah Afif dengan mata yang melotot marah. Afif dibuat ngeri melihatnya, karena ia seolah melihat bukan Ryan temannya. “Temanmu Ryan, bukan dirinya sendiri. Ia sudah diperngaruhi oleh hantu yang tadi sempat menariknya ke danau. Ramuan yang kuberikan kepadanya, belum sepenuhnya bekerja. Nanti, setelah ramuan yang kuberikan kepadanya bereaksi, ia akan bisa normal kembali. Namun, hal itu memerlukan waktu yang lumayan lama dan selama itu pula, nyawa Ryan berada dalam bahaya,” kata bu Sarinah. Afif bergerak mundur,

