Suami Terbaik

1251 Kata

Nadia tidak mendengar kembali suara Abimana dari luar. Hal itu membuatnya tak mau ambil pusing. Nadia tetap berada di posisinya saat ini. Duduk sambil memeluk lututnya sendiri. Menyendiri untuk mendinginkan pikirannya. Mau sekuat apa pun dia menahan diri, tetap saja buliran air mata jatuh tanpa permisi. Nadia benar-benar merasa jika dia kembali cengeng. Takut masa-masa buruknya kembali lagi. Takut jika siklus perjalanan rumah tangganya sama saja seperti yang dulu. Pikirannya yang campur aduk memang sukses merobohkan bahunya yang sok kuat. Sampai akhirnya lelah dan ketiduran. Abimana yang selesai menerima panggilan langsung bergegas mencari kunci cadangan. Sudah lama dia tidak menggunakan kunci cadangan. Jadi lupa menaruh kuncinya di mana. Butuh waktu beberapa menit untuk mencarinya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN