Aku menunggu dengan antusias film yang sebentar lagi akan di putar, ku lirik sekilas Reva yang tengah tertidur dengan kepala menempel lekat di bahu pria itu yang katanya adalah kekasihnya. Aku mencibirkan bibirku kesal, entah kenapa aku tak terima mendengar pengakuan mereka. Firasatku mengatakan jika itu suatu kebohongan, tapi aku tidak bisa langsung memastikannya. Bisa saja perasaanku ini hanya firasat belaka. Tersentak kaget aku saat merasakan sebuah kepala bersandar di bahuku. Ku lirik ke kiri dan aku menemukan Niken yang tengah bersandar di bahuku. Hmm, apakah ia tertidur? Aku menggerakkan tanganku berniat memindahkan kepalanya, tapi niat itu tak jadi ku lakukan ketika suara Niken berseru melarangnya. Huffftt, ternyata wanita ini tidak tidur. batinku menghembuskan nafas kesal. "M

