"Apakah pria itu masih lama datangnya?" tanya mbak Niken padaku. Ah ya, mbak Niken ini adalah wanita yang akan menjadi kandidat kedua untuk bos Artan. Aku harap kencan kali ini berhasil agar bos Artan bisa mendapatkan keinginannya lewat jasa kami sebagai Mak comblang. "Sebentar lagi akan sampai kesini kok, mbak. Mbak tenang saja dan santai, ok!" kataku agar ia sedikit tenang. Aku tahu, ia gugup saat ini. Tentu hal ini wajar bagi seseorang yang ingin bertemu dengan lawan jenisnya untuk yang pertama kalinya. Aku sebagai Mak comblangnya pun juga ikut dapat merasakan suasana gugup itu. Jadi, pekerjaanku dan teman-temanku yang lainnya tak hanya asal sembarangan mencarikan pasangan saja untuk klien kami. Tapi, kami juga memikirkan bagaimana perasaan mereka yang gugup, menenangkan mereka sete

