121. Tersadar Penuh Kelegaan

1015 Kata

“Jangan dipikirkan lagi,” celetuk seorang wanita paruh baya membawa sebuah nampan berisikan teko kecil teh yang begitu wangi. Sementara itu, lelaki paruh baya yang awalnya tengah melamun itu pun langsung menoleh, lalu menghela napas panjang ketika mengetahui bahwa sejak tadi dirinya tidak sadar diperhatikan oleh seseorang. “Xuan Yi akan selalu seperti itu. Seharusnya kau tahu bagaimana sifat keras kepala Jun’er mengalir kental pada anak tunggalnya,” lanjut Nenek Gu meletakkan barang bawaannya di atas meja dan mendudukkan diri di samping Kakek Gu. Sepasang suami-istri Keluarga Gu itu pun duduk berdampingan sembari menatap pekarangan kediaman yang begitu luas tak berpenghuni. Setelah beberapa hari kemarin dipenuhi oleh pengungsi dari Klan Iblis yang akhirnya kembali lagi ke Alam Neox berk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN