128. Jangan Egois

962 Kata

Selama masa berkabung, kediaman Keluarga Gu tampak sepi sekali. Bahkan dayang dan prajurit yang biasanya sibuk berjaga kini melakukan banyak persiapan untuk persembahan Gu Sheng Jia. Namun, pemuda yang menjadi anak tunggal di Keluarga Gu itu pun terlihat sibuk mendatangi pemakaman sang kakak. Gu Sheng Jun mengusap papan arwah yang dibentuk melalui tanah liat dilapisi bahan kokoh nan berbatu itu sendu. Sudah ketiga harinya Gu Sheng Jun datang walaupun hanya untuk mengganti dupa dan terus melemparkan kertas perak yang ada di keranjang miliknya. Padahal Xiao Pingjing sudah mengingatkan pemuda itu untuk berusaha mengikhlaskan, tetapi rasanya memang cukup sulit. Apalagi mereka berdua banyak menghabiskan waktu bersama. “Jun’er, mengapa kau terus bersedih?” tanya Xiao Pingjing lama kelamaan me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN