Angin sepoi-sepoi terasa memanjakan kulit Xuan Yi yang terlalu lelah menghadapi situasi rumit. Di sampingnya terlihat beberapa dayang melangkah sembari menyapa tuan muda yang selama ini berada di Akademi Tangyi. “Tuan Muda,” panggil Chang Qi menghela napas lega mendapati majikannya tengah menyendiri di taman bunga kediaman Keluarga Gu. Mendengar namanya terpanggil, Xuan Yi hanya menatap tanpa ekspresi. Lalu, kembali memperhatikan kolam cantik yang berisikan banyak sekali ikan-ikan kecil. Salah satu kebiasaan Kakek Gu memelihara banyak jenis ikan, tanpa diperbolehkan untuk dimakan. “Mengapa kau datang kemari, Chang Qi?” tanya Xuan Yi menatap ke arah lain. Ia memang sedang dalam suasana hati yang cukup rumit, tetapi ia tidak pernah membiarkan siapa pun merasa terbebani dengan perasaannya.

