Empat hari sudah, Acelin dikurung di dalam penjara bawah tanah. Tak ada celah bagi Acelin untuk melarikan diri, terlebih karena mystica stone yang menjadi sumber kekuatannya telah diambil oleh Raja Tazio, kini dia hanyalah siluman ular biasa. Hanya racun satu-satunya senjata yang dia miliki sekarang. Kekuatan magic-nya hilang seketika. Dia pun tak berkutik dikurung di ruangan tersebut. Sebuah ruangan yang hanya ada empat sisi dinding yang dingin dan terlampau keras. Jangankan manusia, bahkan sekelas siluman seperti Acelin pun, tak sanggup menghancurkan dinding itu. Entah sudah berapa ember air mata yang dikeluarkan Acelin semenjak dirinya dikurung. Suaranya serasa hilang dan tenggorokannya sakit karena terlalu kencangnya dia berteriak tiada henti, hanya memohon agar Raja Tazio mau mengam

