TWENTY THREE

2058 Kata

Begitu tiba di kamarnya, hal pertama yang Alegra lihat adalah sosok Nirina yang sedang merapikan meja riasnya. Wanita itu menoleh begitu mendengar pintu terbuka, menaikkan sebelah alisnya begitu melihat Alegra lah yang masuk ke dalam. “Bagaimana? Semuanya lancar?” Tanya Nirina. Alegra tak mengatakan apa pun, gadis itu terdiam. Pikirannya kembali melalangbuana pada pembicaraan mereka sebelum dirinya pergi untuk menyiapkan kolam berendam sang raja. “Kau menyuruhku untuk menggoda Raja Tazio?” Nirina mengangguk tegas, memang itulah yang dia perintahkan pada Alegra. “Aku tidak mau. Kenapa aku harus menggoda pria yang sudah membunuh kakakku? Aku membencinya asal kau tahu.” “Kau bilang ingin membuatnya bertekuk lutut di kakimu, kan? Bagaimana kau bisa mengendalikan dia jika dia saja tidak t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN