THIRTY THREE

1924 Kata

Alegra mengerjapkan kedua matanya berulang kali saat hembusan angin menerpa kulit telanjangnya. Dia membuka mata dengan perlahan. “Akhirnya kau bangun.” Alegra tersentak, dia bergegas menoleh ke arah samping dan terbelalak tatkala menemukan Raja Tazio yang sedang duduk di sampingnya sembari menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. Rona merah tiba-tiba muncul di kedua pipinya, melihat penampilan sang raja yang polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh telanjangnya. Sebenarnya dia pun sama polosnya dengan pria itu. Ingatan kegiatan intim mereka semalam pun seketika terngiang-ngiang di kepalanya, sukses membuat rona merah itu semakin menjalar hingga ke telinga. “R-Renz, maaf. Aku tertidur semalam,” katanya, panik saat mengingat dirinya tertidur karena kelelahan. Sedangkan Raj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN