Hari itu, ruangan kebesaran raja dipenuhi banyak petinggi kerajaan. Mereka berdiri, berbaris rapi menanti kedatangan sang penguasa. Alegra melangkah tegap disertai suara gemerisik dari ujung gaun mewahnya yang menyapu lantai. Kharismanya sebagai ratu begitu terasa, membuat semua orang seketika bersujud saat Alegra memasuki ruangan. Dia mendudukan diri di kursi singgasana yang dulu ditempati sang raja, sekarang dialah yang mengambil alih tahta itu. Mengangkat satu tangannya guna memberikan isyarat pada semua orang untuk kembali berdiri. Alegra menelisik seisi ruangan, memperhatikan satu demi satu wajah orang yang sedang menunduk hormat padanya. Siap sedia melaksanakan apa pun yang akan dia perintahkan. “Sebagai Ratu Kerajaan Sylvain, ada beberapa peraturan yang ingin aku ubah. Dengarkan

